MWN Website
ContactHome

Penagihan prorata

Penagihan prorata adalah sistem di mana kami akan mengeluarkan tagihan pada tanggal tertentu setiap bulannya, misalnya tanggal 1 setiap bulannya. Besar tagihan kadang menjadi tidak bulat sesuai kelipatan biaya bulanan, karena Anda bisa saja mulai berlangganan tidak pada tanggal 1 melainkan pertengahan bulan sebelumnya.

Kebalikan dari sistem prorata adalah sistem penagihan kelipatan bulanan biasa di mana tagihan akan jatuh tempo pada tanggal di mana Anda mulai berlangganan.

Saat ini di MWN baru layanan colo dan dedicated saja yang menerapkan sistem prorata. Layanan shared hosting tetap menerapkan biaya bulanan

Daftar isi

Contoh prorata

Pada tanggal 9 Mei Anda mulai berlangganan jasa colocation server sebesar Rp 1.500.000,- per bulan selama (setidaknya) 3 bulan. Karena menggunakan sistem prorata, maka tagihan pertama mencakup periode 9 Mei s.d. 1 Sep, dan total waktu yang tercakup adalah 3 bulan Jun, Jul, Agu, dan (31-9)+1 = 23 hari di bulan Mei = 3 bulan 23 hari. Besar tagihan ini adalah:

Rp 1.500.000 x (3 bulan untuk Jun, Jul, Agu + (23/30 untuk bulan Mei)) = Rp 5.650.000,- (belum termasuk PPN)

Contoh lain, pada tanggal 25 Apr Anda berlangganan jasa managed colocation server sebesar Rp 2.500.000,- per bulan selama (setidaknya) 3 bulan. Tagihan pertama Anda akan mencakup periode 25 Apr s.d. 1 Agu. Besar tagihan adalah:

Rp 2.500.000 x (3 bulan untuk Mei, Jun, Jul + ((30-25)+1)/30 untuk Apr)) = Rp 8.000.000,- (belum termasuk PPN)

Jadi tagihan Anda selalu jatuh tempo pada tanggal 1, tak peduli tanggal berapa Anda mulai berlangganan colocation.

paket hosting GXFC

berikut ini contoh perhitungan paket colo murah GXFC (setup Rp 940rb, Rp 490rb/bln untuk 3 bulan pertama, Rp 940rb/bln untuk bulan-bulan berikutnya). Misalnya Anda mendaftar tanggal 9 Mei. Tagihan pertama adalah untuk periode 9 Mei s.d. 1 Sep. Total waktu yang tercakup adalah 3 bulan Jun, Jul, Agu.

Rp 940rb x (3 bulan  + ((31-9)+1)/30) + (- Rp410rb) = Rp 3130,7rb (+PPN)

Catatan: Rp 940/bln dihitung dari awal lalu setup menjadi Rp -410rb karena program billing kami saat ini tidak dapat menghandle perubahan biaya bulanan dari Rp 490rb/bln menjadi Rp 940rb/bln di tengah-tengah. Sehingga Rp 490rb/bln x 3 + setup Rp 940rb diubah menjadi Rp 940/bln x 3 + (- Rp410rb). Hasilnya sama-sama Rp 2410rb.

Contoh sistem penagihan bulanan biasa (non-prorata)

Anda berlangganan hosting tanggal 5 Jun selama 3 bulan dengan biaya hosting Rp 20.000 per bulan. Maka Anda membayar biaya 3 bulan hosting yaitu Rp 20.000 x 3 = Rp 60.000,- (belum termasuk PPN) yang mencakup periode 5 Jun s.d. 4 Sep. Tagihan berikutnya Rp 60.000,- (+PPN) juga, akan mencakup periode dari 5 Sep s.d. 4 Des. dst.

Jadi tagihan Anda selalu tempo pada tanggal di mana Anda mulai berlangganan hosting.

Tanya jawab

Untuk apa sih pakai prorata?

Kami menggunakan prorata karena beberapa sebab:

  • datacenter yang dipakai MWN juga menggunakan prorata, sehingga MWN juga perlu menggunakan prorata agar penagihannya sinkron.
  • ada sebagian klien (walau lebih sedikit jumlahnya) menginginkan prorata, dengan alasan agar pembayaran selalu sama di tanggal tertentu setiap bulannya.

Saya bingung/tidak suka dengan prorata!

Anda bisa memesan layanan dari divisi CDT kami, yang tidak menggunakan prorata karena menggunakan datacenter sendiri.


Navigasi

Feedback

Artikel Popular

  • selengkapnya...
  • Artikel Terbaru

  • selengkapnya...
  • Kini bandwidth server Indonesia UNLIMITED!<br>Tak perlu takut lagi website Anda kehabisan bandwidth!<br>Hanya di MWN Hosting.
    Kini bandwidth server Indonesia UNLIMITED!
    Tak perlu takut lagi website Anda kehabisan bandwidth!
    Hanya di MWN Hosting.
    Hak cipta © 2006-2012 PT Master Web Network Konten ditulis dan dikoleksi oleh staf MWN. Komentar ditulis oleh pembaca. MWN tidak bertanggung jawab atas akurasi dan/atau kekinian konten/komentar.