MWN Website
ContactHome

Panduan pengguna Spanel 1.3/Lampiran/Sejarah Spanel

Kembali ke: Panduan pengguna Spanel 1.3 » Lampiran

Daftar isi

Skrip *user.pl (2001)

Sejarah Spanel berkaitan erat dengan MWN, sebab di perusahaan hosting inilah Spanel pertama kali dikembangkan hingga sampai saat ini. Sekitar Feb-Mar 2001 MWN mulai beroperasi. Pada saat itu, MWN tidak memiliki control panel berbasis sama sekali. Server hosting diinstal OS RedHat 6.2, dan Spanel bermula sebagai beberapa skrip Perl command line untuk membuat user (adduser.pl). Setelah itu, skrip deluser.pl ditambahkan. Dan setelah itu menyusul skrip demi skrip lain seperti upgradeuser.pl (dan symlinknya downgradeuser.pl), managedomain.pl, dan belakangan juga migrateuser.pl, dll. Skrip ini digunakan oleh Steven, juga Alex dan Dhiar lewat SSH untuk membuat akun secara manual. Ketika dijalankan, skrip menanyakan beberapa pertanyaan seperti nama domain, nama user, nama/alamat/email klien, dsb. Setelah itu membuat user Unix, direktori-direktori akun, menambahkan virtualhost ke Apache, dll.

Di luar skrip-skrip ini, tidak ada nama khusus untuk control panel (karena memang belum ada/berbentuk). Kala itu memang control panel seperti cPanel/Plesk belum terlalu mendominasi. Banyak perusahaan webhosting mengembangkan control panelnya masing-masing (zaman ini adalah zaman di mana CMS seperti WordPress baru mulai diperkenalkan, banyak perusahaan juga masih membangun CMS-nya sendiri, dan popularitas PHP di Web baru naik daun untuk menyusul Perl).

Salah satu perusahaan hosting di luar negeri (US) yang cukup terkenal control panelnya adalah Communitech, yang menjadi contoh banyak perusahaan lain. Antarmuka web control panelnya cukup lengkap, juga memiliki fasilitas autosuspend klien yang pemakaian resourcenya berlebihan (seperti fitur policed di Spanel saat ini).

Beberapa perusahaan webhosting di Indonesia yang memiliki programer/tim programer pun, seperti IndoGlobal (didirikan Widya Latief dan Priyadi Iman Nurcahyo), CakraWeb, BisnisWeb dan CDL2000 (didirikan MDAMT), membuat control panelnya masing-masing. Sementara webhosting lain yang tidak memiliki programer, memakai/"meminjam" control-control panel tersebut dari perusahaan hosting lain.

Saat Steven mengakses beberapa server di luar negeri sehubungan pekerjaannya sebagai freelancer skrip CGI, ia pun menemukan berbagai sistem in-house masing-masing untuk membuat akun, rata-rata ditulis dalam Perl.

Semua control panel in-house ini memiliki antarmuka berbasis web. Terkecuali milik MWN.

"Cpanel" (2001-2005)

Sekitar Jun-Jul 2001, semakin banyak klien MWN yang meminta adanya antarmuka control panel web untuk mengelola akun. Saat tersebut klien memang hanya diberi username+password untuk mengakses SSH, dan dipersilakan mengelola akunnya lewat SSH (misalnya, menggunakan perintah Unix vadduser/vdeluser untuk membuat akun email). Bahkan untuk menambah/menghapus subdomain pun perlu menghubungi staf billing/support (yang saat itu masih dipegang Dhiar/Alex/Steven sendiri). Tentu saja hal ini terlalu teknis untuk kebanyakan user.

Karena itu Steven secara cepat (versi pertama selesai dalam 2 hari) menulis beberapa skrip PHP untuk login, membuat/menghapus akun email, membuat/menghapus subdomain, membuat/menghapus database MySQL. Control panel ini disebut "Cpanel" (lengkapnya: Ad Interim Control Panel), karena memang rencananya merupakan solusi cepat sementara saja. Control panel "betulannya" akan ditulis secara proper dan benar sesaat lagi. Namun ternyata, sampai bertahun-tahun kemudian, control panel yang "benar" ini tidak kunjung ditulis karena kemalasan dan kesibukan lain. Sebaliknya, antarmuka web control panel berbasis PHP ini terus dipertahankan dan ditambah/diperbaiki, dan label "Ad Interim" pada halaman login pun terus bertahan hingga beberapa tahun lamanya.

Kala itu nama Cpanel dipilih dengan maksud agar secara umum berarti "control panel", dan lagi memang orang sudah mulai familiar dengan produk cPanel dari cPanel, Inc. Banyak control panel buatan in-house perusahaan hosting lain pun dijuluki "cpanel".

Walaupun antarmuka pemakai berbasis web ditulis PHP, namun skrip-skrip backend tetaplah ditulis dalam Perl. Dan kemudian dicampur juga dengan Ruby, C, dan shell script (terutama karena Steven gemar belajar bahasa pemrograman).

Perpindahan ke Debian

Cpanel MWN dikembangkan berbasiskan RedHat Linux, pertama-tama di versi 6.2 kemudian diupdate ke RedHat 7.3. Pada 2002 dan 2003, RedHat juga merilis versi 8 dan 9, walaupun demikian Cpanel MWN belum disesuaikan untuk versi tersebut, karena update antarversi OS cukup merepotkan (disarankan instal ulang).

Pada September 2003, RedHat mengumumkan menghentikan RedHat Linux dan menyarankan para pemakainya berpindah ke RHEL atau ke Fedora. Ini membuat MWN berada pada posisi yang cukup sulit, karena semua server harus diinstal ulang nantinya. Untuk menghindari kejadian serupa di masa depan, yaitu menggantungkan nasib pada sebuah perusahaan komersil seperti RedHat, maka diputuskan untuk berpindah menggunakan OS Debian yang free dan sudah bertahan bertahun-tahun (sementara beberapa perusahaan hosting senasib yang berbasis serupa, misalnya IndoGlobal, memutuskan berpindah ke Gentoo Linux).

Debian dipilih karena walaupun tidak ada control panel komersil yang mendukungnya saat itu (dan hingga kini pun nyaris tidak ada), namun orientasinya ke arah server, jaminan dukungan hingga 5 tahun minimal, dan berbasis organisasi nonkomersil dan bukan perusahaan, membuatnya menarik untuk dijadikan basis. Debian pun sudah memiliki track record hingga belasan tahun.

2005

Oktober 2005, source code Cpanel mulai dimasukkan ke kendali sumber (svn). Namun saat tersebut, cara deploy Cpanel tetaplah "primitif", yaitu dengan mengembangkan di komputer programer sebagai root (yaitu /home/sloki/cpanel), lalu mengkopikannya ke direktori yang sama di server (/home/sloki/cpanel).

Perubahan nama menjadi Spanel (2006)

cPanel (produk dari cPanel, Inc.) semakin popular dan dipakai mayoritas perusahaan hosting Linux. Saat calon klien membaca produk MWN di halaman situs MWN, melihat nama control panel, mereka lalu akan bertanya kepada sales MWN: apa nama control panel yang dipakai? Ketika diberitahu "Cpanel", mereka beranggapan itu adalah cPanel. Dan ketika jadi memesan hosting dan menerima pesan aktivasi, mereka merasa tertipu karena ternyata control panelnya bukanlah cPanel.

Karena itu April 2006, untuk menghindari kebingungan, control panel in-house MWN "Ad Interim Control Panel" diganti namanya menjadi "Spanel". Nama Spanel dipilih Steven karena dapat berarti "Steven's panel", atau "Simple panel".

2007

2 tahun setelah pertama masuk ke Subversion, source code Spanel dipindahkan ke bzr. Penyebabnya adalah karena kadang-kadang terjadi kerusakan database di Subversion. Dan Steven mulai "bertobat" ke kendali sumber terdistribusi.

Bulan Mei, mulai ditambahkan skrip spanel-install untuk menginstal skrip dari direktori sumber programer ke direktori akhir di server. Dengan begini, untuk mengembangkan Spanel tidak lagi sebagai root dan di direktori yang sama dengan di server.

2008

Konektor ke WHMCS. Hingga awal 2008, pembuatan akun hosting baru di MWN masih menggunakan skrip adduser.pl lewat shell (manual). Staf billing MWN melakukan login SSH ke masing-masing server dan mengeksekusin skrip tersebut, lalu menjawab belasan pertanyaan. Kadang untuk menyingkat waktu dilakukan copy paste dari Excel atau email. Kadang-kadang terjadi kesalahan copy paste. Selain itu, jumlah akun yang harus dibuat setiap hari semakin banyak, dan staf pun kewalahan. Barulah pada Feb 2008, pembuatan akun mulai menggunakan software billing hosting WHMCS, dan dibuat konektor (server module) WHMCS untuk Spanel.

2010

Setelah 2 tahun lebih dengan bzr, akhirnya source code Spanel dipindahkan ke git. Penyebabnya adalah lambatnya operasi dengan bzr. Melakukan perintah "bzr log" saja harus menunggu hingga bermenit-menit.

2011


Navigasi

Feedback

Artikel Popular

  • selengkapnya...
  • Artikel Terbaru

  • selengkapnya...
  • Kini bandwidth server Indonesia UNLIMITED!<br>Tak perlu takut lagi website Anda kehabisan bandwidth!<br>Hanya di MWN Hosting.
    Kini bandwidth server Indonesia UNLIMITED!
    Tak perlu takut lagi website Anda kehabisan bandwidth!
    Hanya di MWN Hosting.
    Hak cipta © 2006-2012 PT Master Web Network Konten ditulis dan dikoleksi oleh staf MWN. Komentar ditulis oleh pembaca. MWN tidak bertanggung jawab atas akurasi dan/atau kekinian konten/komentar.